KA Brantas Tabrak Truk di Semarang, Akibat Malam Satu Suro?

KA Brantas Tabrak Truk di Semarang, Akibat Malam Satu Suro?

Selasa (18/7/2023) tepatnya pukul 19.32 WIB Kereta Api (KA) 121 Brantas tujuan Pasar Senen-Blitar menabrak truk tronton di daerah Jalan Madukoro, Semarang.

Sponsored links

Kejadian bermula ketika truk yang tengah melewati perlintasan tiba-tiba mogok di atas rel kereta api. Meskipun sopir dan kernet sudah meminta bantuan kepada petugas palang kereta, namun tetap saja tidak sempat karena jarak kereta api yang sudah terlampau dekat. Pada akhirnya, kecelakaan yang disertai ledakan dahsyat itu pun tidak dapat terelakan.

Tidak ada korban jiwa pada tragedi ini. Melalui akun tiktoknya, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) berkata “Tadi malam saya cek lokasi kecelakaandi Madukoro, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, semua selamat termasuk masinis”. Selain itu penanganan di tempat kejadian perkara juga sudah dikerahkan secara maksimal. “Hari ini semua akan dibereskan, jembatan dan relnya, sehingga secepat mungkin dapat digunakan kembali”, tambah Ganjar (19/7/2023).

Mitos Malam Satu Suro

Tragedi kecelakaan dahsyat ini juga bertepatan dengan malam satu suro. Malam satu suro merupakan perayaan awal bulan Suro yang menjadi tahun baru dalam kalender jawa. Perayaan malam satu suro ini menjadi tradisi yang terus tumbuh dan berkembang khususnya di kalangan masyarakat Jawa.

Banyak orang beranggapan bahwa salah satu penyebab dari kecelakaan ini ialah karena bertepatan dengan malam satu suro. Hal ini dikarenakan malam satu suro juga kerap dikaitkan dengan berbagai macam mitos yang kemudian dianggap mistis, seperti:

  1. Larangan keluar di malam hari
  2. Tidak boleh mengadakan pesta atau hajatan
  3. Tidak boleh berbicara atau berbisik
  4. Dilarang berkata kasar atau buruk
  5. Dilarang pindahan atau membangun rumah

Bagi siapa saja yang melanggar beberapa pantangan diatas, dipercaya akan mendapatkan kesialan. Oleh karena itu, tidak heran apabila banyak yang mengaitkan tragedi kecelakaan ini dengan mitos malam satu suro.

Beberapa masyarakat beranggapan bahwasannya pada malam satu suro, makhluk-makhluk ghaib juga ikut berpesta merayakan tahun baru. Mereka meyakini para makhluk halus ini merayakan tahun baru dengan berpesta pora dan mencari darah manis. Ini juga merupakan hal yang medasari terdapat banyak pantangan saat malam satu suro.

Kecelakaan terjadi karena dampak malam satu suro?

Salah satu hal yang menjadi perdebatan warga net ialah apakah tragedi ini merupakan salah satu dampak dari mitos malam satu suro. Tak sedikit dari mereka yang mengangap bahwa sopir truk mengalami kesialan yang mengakibatkan mesin truk mati hingga berujung kecelakaan.

“mlm satu suro ga maen maenn”

“ko bnyk kejadian yah di Lampung juga ada kereta nabrak truk angkat tebu”

“ihh ngeri bgt emg malem satu suro nih, senoga semua yg ada di sini selalu diberi perlindungan”

Berbagai komentar yang ada di akun tiktok milik @clarisaarda_ dalam postingan terakhirnya.

Padahal sebenarnya akibat dari mesin truk mati tidak lain tidak bukan ialah karena pada saat melaju di rel, kereta api akan menghasilkan energi magnet akibat gaya gesek antara roda dan rel. Energi magnet inilah yang kemudian menyebabkan mesin truk mati.

Oleh karena itu, penting bagi semua untuk senantiasa berhati-hati dalam berkendara. Fokus kepada jalur yang akan dilalui dan patuhi segala macam rambu-rambu yang ada. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Musibah bisa datang dari mana saja dan kapan saja.

Pada dasarnya, mau percaya atau tidak dengan mitos malam satu suro itu merupakan hak masing-masing orang. Yang jelas kita harus bisa saling menghormati satu sama lain. Perlu diingat juga bahwa bagaimanapun hal-hal seperti itu merupakan bagian dari budaya. Dan yang paling penting ialah dalam hal ini kita tidak boleh menjadi seorang yang musyrik atau menyekutukan Tuhan. Karena sebenarnya, bagi masyarakat jawa malam satu suro ini ialah malam yang dipenuhi dengan doa dan ampunan kepada yang maha kuasa.

Apabila mengambil poin positif dari mitos malam satu suro adalah dengan tidak bepergian, bertemu, dan berbicara dengan orang, kita dapat meminimalisir untuk mengatakan, memikirkan, dan melakukan hal-hal yang tidak baik. Sehingga kita dapat mengawali tahun dengan hal-hal perbuatan yang baik.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY

Memiliki ketertarikan dalam dunia pariwisata, olah raga, dan sosial politik. Masyarakat luas juga berhak mengetahui serta berekspresi dalam hal tersebut.

Artikel Lainnya: